Berbalik arah.
Mungkin masa-masa seperti itulah yang dalam setiap perjalanan nantinya akan selalu terkenang. Seperti hari ini.
Lima tahun lalu yang menyakitkan dan sampai detik ini adalah perjalanan yang tidak mudah. Mungkin bukan hanya buat aku, tapi setiap orang jika mengingat masa lalu pasti memiliki cerita pada masanya sendiri. Dari aku yang bukan siapa-siapa dan sampai sekarang menjadi aku yang tidak ada apa-apanya ini butuh suatu proses. Dan setiap proses itu jika dinikmati rasanya cepat sekali berlalu.
Ketika banyak orang mengatakan masa-masa SMA adalah masa terindah sama sahabat, aku mungkin berbeda. Masa SMA ku berbeda, dari hal-hal yang menyakitkan itu aku dipaksa untuk menjadi dewasa.
Pada masa yang mungkin titik balikku itu, aku mulai menulis 60-sekian daftar target yang harus bisa aku lakukan bulan depan-setahun kedepan-dua tahun kedepan dan tahun-tahun kedepannya. Pada mulanya target itu cukup sederhana, move on, sholat, ngaji, tugas sekolah, belajar, main hehe :D aku tulis aja singkat selain buat ngingetin juga buat penyemangat lah yaw.
Tapi, sebelum aku nulis daftar target itu aku juga nulis daftar masalah aku saat itu yang harus segera diselesaikan. Bukan sekedar masalah dengan orang lain yang hanya perlu meminta maaf atau bagaimana, tapi lebih parahnya masalah dengan diri sendiri yang paling menghambat pada masa itu.
Pada masa itu, setiap berusaha menyelesaikan satu masalah rasanya datang lagi 5 masalah. Kalo ga gtu, setiap satu langkah berusaha maju, rasanya 3 langkah kedorong lagi ke belakang. Entah apa yang salah aku pun kurang tau, yang jelas pada masa itu sempat beberapa kali putus asa kenapa untuk merangkak aja berat.
Tepat saat aku menulis daftar-daftar itu, aku juga menulis diselembar kertas bertuliskan "PMDK FK UGM" didinding kamar. Ragu awalnya, untuk bermimpi kesana, tapi yaa sekedar tulisan, semoga ada yang baca dan ikut doain hehehe
Tapi boro-boro doain, malah pada ngecengin iya hehe waktu itu lagi ngetrend nulis PTN idaman di medsos, ikutlah aku nulis, tapi sayangnya malah kena bully temen sama sodara yang baca hahaha
Aku nulis itu dari tahun pertama.
Pada masa yang memaksaku untuk dewasa lebih dulu dibanding dengan kawan-kawanku, aku lebih sering berbincang dengan diri sendiri? aneh? tidak. jika kalian sedang berada diposisi menyakitkan, ketika berbicara itu terasa keluh, ketika bercerita enggan ada yang mendengar, atau ingin pergi namun dipaksa untuk bertahan, berbincang dengan diri sendiri cukup mengobati.
Sekolah tetep jalan, mskipun sering tidak masuk kelas hehe karena salah satu yang menyakitkan berada disetiap pelajaran kimia, tapi selain itu bisa dipastikan aku ada dikelas meskipun tidur dibawah meja belakang.
Pada masa itu jadwal sekolah bukan jadi acuan utama. kenapa? karna beda itu indah. heheehe
Aku berangkat sekolah dari rumah jam 7 tepat kadang lebih. kenapa? karena sebelum jam 7 jalan padet dengan orang-orang sekolah. hehehe telat? pasti. Tapi prinsipnya, dateng disekolah setengah 8 lebih baik dari dateng jam 7. hahaha
Jam istirahatku berbeda, dari tahun pertama SMA, sekali lagi, karena hal menyakitkann yang memaksaku lebih sering berbincang dengan diri sendiri, aku lebih sering keluar kelas 15 menit sebelum bel istirahat. Kalian sadari tidak, 15 menit terakhir sebelum bel istirahat lebih sering kurang optimal dalam pembelajaran. hehehe
Aku memilih masjid tempat berbincang selain dengan diri sendiri, dengan Tuhan juga. Memilih 15 menit sebelum bel ternyata pilihan yang tepat, karena biasanya pada bel istirahat masjid mulai rame dengan anak kelas 3.
Hal itu terus berulang sampai tiga tahun kedepannya.
Namun ada satu yang membuat berbeda. Aku punya satu keluarga, GACILA, yang mungkin membuat aku sedikit merasakan yang dirasakan kawan-kawan ku selama SMA.
Lanjut.
Pada masa itu daftar targetku sudah banyak yang aku coret, banyak yg tercapai? tidak. malah banyak yang gagal dan melewati masa target itu alasan kenapa tercoret hehe
putus asa? pernah. sering.
Banyak ajakan kawan-kawanku yang sengaja aku lewatkan kecuali pantai. Kenapa? karena pantai juga tempat ter-nyamanku untuk berbincang dengan diri sendiri.
Tiga tahun aku intensif berbincang dengan diriku sendiri, mengenalnya lebih dekat, mengolah rasa, menyenangkan. Ketika ada ajakan kawan untuk main, aku sering bertanya pada diriku sendiri. perlu kah?
Tahun terakhir SMA, pada masa itu pernah merasakan benar-benar setiap target sia-sia. tidak ada yang tercapai. setelah pengumuman UN yang mengenaskan, aku yang mulai sedikit membuka diri lagi dengan kawan-kawanku pada mulanya, kembali menutupnya.
sejak hari itu, aku lebih sering lagi berdiam diri, enggan berbincang dengan diri sendri, karena semua perbincangan ini terasa sia-sia. aku kembali membuka targetku, mencoretnya lagi karena kegagalanku, rasanya ingin membakarnya karena tidak ada satupun pencapaian yg benar-benar tercapai.
Pada saat itu aku menulis satu daftar lagi, janjiku dengan Tuhan.
"Tuhan, jika semua yang menyakitkan ini tidak pernah sembuh ataupun hilang, bawa aku ke Jogja. Jogja saja Tuhan. Aku janji, ketika Engkau membawaku ke Jogja, aku akan memaafkan masa laluku, aku akan berjuang untukMu, aku akan berbakti pada bapak ibuku, aku akan berusaha melakukan apapun untuk berjung bagi agamaku. Tuhan, jadikan jogjaku kado terindah untuk bapak ibuku. cukup itu keinginanku saat ini."
AJAIB.
tidak perlu waktu lama Tuhan menjawab do'aku.
tujuh hari dari waktu itu, tepat di ulang tahun Bapak, undangan dari Allah untuk ke Jogja sampai.
Sujud syukur. Nangis sejadi-jadinya. Allahu Akbar !!! tidak ada yang mustahil bagiMu memang.
Kalian tau apa undangan dari Allah itu? selembar kertas yang sudah tertulis didindig kamar dari tiga tahun sebelum datang langsung undanganNya, target yang terlewatkan, yang sulit untuk tercoret seperti target rapi didalam buku ini, iya, PMDK FK(H) UGM. Entahlah bagaimana Allah mengaturnya, ini salah satu nikmat Allah yang sangat luar biasa.
Pada masa ini, aku selalu berusaha sellu mengingat masa itu. Baik waktu kondisiku diatas atau dibaawah. Bukan apa-apa, namun untuk sekedar mengingat ada yang perlu diperjuangkan disisi, undangan cinta dari Allah.