Jumat, 26 Juni 2015

kini aku benar memilih diam

Bismillahirrohmanirrohiiim......
Aku tidak pernah memiliki hak menilai seseorang dari hatinya, siapa yang tau dalamnya hati manusia? siapa yang dapat menyelaminya?
begitu pula Aku tidak pernah memiliki hak menilai seseorang dari agamanya yang nampak oleh mata yang memiliki banyak kekurangan ini.
aku tidak pernah berhak. tidak.
mata ini tidak berhak menilai, apalagi hati ini yang masih sangat kotor dari penyakit.
aku tidak pernah berhak, tidak.
Apa yang bisa ku lakukan? Apa yang dapat ku pilih? Bagaimana ku pilih do'a untuknya kepadaMu? Bagaimana aku harus memintamu?
aku tidak pernah berhak, tidak.
Rasanya teramat sakit. Ingin sekali aku meminta Allah menyegerakan azab yang pedih.
aku tidak pernah berhak, tidak.
Terlalu banyak salahku, dosaku, rasanya sangat hina jika aku meminta Allah menyegerakan azabnya padahal mungkin dosaku jauh lebih besar.
aku tidak pernah berhak, tidak.
sekali lagi, tidak ada yang dapat menyelami hati manusia, tidak ada yang tahu apa yang ada didalamnya. Entah apa yang ada didalam hatinya.
aku tidak pernah berhak, tidak.
Kini aku memilih diam. Sakit ini mungkin memang karena penyakit yang ada didalamnya, belum tentu karenanya.
aku tidak pernah berhak, tidak.
Yaa Rabb, kini aku benar memilih diam. Entah apa yang ingin dilakukannya, itu urusannya. Entah seberapa besar kekuatan yang ia yakini miliki, aku percaya Engkau Maha Kuat untuk melindungiku.
Yaa Rabb, kini aku benar memilih diam. Ku sibukan hatiku untuk menata kembali. Bukan aku tidak peduli. Seberapa kerasnya aku, aku tau aku tidak akan bisa merubah apapun. Engkau yang berkehendak.
Yaa Rabb, kini aku benar memilih diam. Ijinkan aku mendekatiMu, hanya kepadaMu ku meratap apa yang ada dihati, entah seperti apa nanti pilihanMu, ku yakin itu pilihan terbaik daripada keinginanku.
Yaa Rabb, kini aku benar memilih diam.
ketika aku membenci sesuatu, semoga itu karena Engkau juga membencinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar