Sabtu, 14 Maret 2015

Cerita di dalam Labirin

Sebuah langkah berjalan menapak menyapa bunga bunga ikan kucing yang bersisihan disepanjang jalan melalui labirin labirin yang setiap bagiannya memiliki cerita indah untuk disimak. Ketika memasuki sisi sisi labirin yang menceritakan cerita baru, langkah itu mengurangi kecepatan langkahnya. Perlahan lahan ia menyimak cerita itu dengan seksama agar tidak ada satu bagian yang terlewatkan. Namun ditengah cerita langkah itu terhenti, ada persimpangan jalan yang membuat langkah harus memilih, keduanya terlihat memiliki cerita masing-masing.
pada akhirnya langkah memilih untuk berbelok ketimbang  lurus. Langkah semakin menikmati jalan cerita dari sisi sisi labirin itu. kadang ia berhenti sejenak membayangkan saat itu dia berada didalam cerita dari labirin. sampai ia tidak menyadari jalan setapak yang ia lewati mulai berubah. 
Jalan setapak yang awalnya berumput semakin jauh semakin menghilang, hingga tinggal tanah tandus dengan kerikil-kerikil yang semakin lama semakin menajam. Dinding-dinding labirin yang berasal dari tumbuhan yang awalnya hijau kini mulai menguning. semakin gersang. Dan sang langkah pun memelankan langkahnya menyadari cerita pada labirin yang sudah tidak sesuai dengan bayangannya meskipun sebenarnya tetap menarik. Langkah juga terhenti karena ia menyadari sepasang telapak kakinya mulai memerah akibat jalan yang tandus dan berkerikil. Bengkak. Pada ujung ibu jarinya bahkan sudah memancarkan banyak darah segar, dan ia baru menyadari setelah sekian jauh melangkah.....
Langkah terhenti.

Tapi aku belum berhenti. 
Mungkin sama, meskipun sama sama ada goresan luka yang menyakitkan, tapi aku tidak memilih berhenti setelah aku menyadari itu.
Aku akan berjalan, seribu langkah lebih cepat dari pada sebelumnya. Aku ingin segera keluar dari cerita yang cukup banyak menyita waktuku dan.... perasaanku.Cerita yang tersisa biarlah tetap menjadi cerita misterius yang belum berujung. atau mungkin memang ujungnya harus seperti ini.
Aku akan lebih memilih untuk sebuah cerita biar ia tak bisa mengendalikan perasaanku.
aku akan tetap berjalan. Menuju cerita baru. hingga aku sampai pada sebuah tempat yang menjadi tujuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar