Selasa, 23 Desember 2014

Kangen Dita kecil….



Enam belas tahun lalu aku mulai mengerti banyak hal. Meskipun tidak semuanya teringat jelas, tapi ada beberapa keping teringat samar. Bapak memberikan kebebasan kepada putri kecilnya ini untuk belajar sendiri tentang banyak hal. Beliau hanya memberikan pengetahuan yang tidak boleh dilakukan, dan ketika aku melakukan hal yang berlebihan, bapak memberikan batasan. Bapak tidak pernah lelah untuk mengingatkan putri kecilnya ini.
Di saat anak-anak kecil dilarang bermain hujan, aku tidak pernah melewatkannya. Bapak membiarkan aku menari-nari diatas air. Membiarkan air hujan menyiramku, menghujamku dari atas langit. Ini sangat menyenangkan !
Bapak mengajarkanku mengayun sepeda beberapa kali. Setelah itu membiarkan aku belajar sendiri. Aku teringat, dulu saat aku belajar sepeda didalam rumah aku menyiapkan kasur lipat. Bukan untuk jaga –jaga kalo jatuh, tapi untuk sengaja menjatuhkan diri. Hahaha :D sungguh gilanya Dita kecil.
Dibanding teman-temanku, aku memiliki lebih banyak teman. Karena biasanya yang menjadi temannya temanku kemudian menjadi temanku juga, tapi yang menjadi temanku, belum pasti menjadi teman temanku yang lain. Saat umur 2 tahun, aku memiliki banyak kakak-kakak yang menjadi temanku. Rembang. Mereka selalu menjagaku, mengajaku bermain, memanjakan aku seolah olah aku adik bungsu mereka :D bahkan sampai sekarang, 16 tahun kemudian, mereka tetap menjadi kakak-kakakku meskipun tidak ada darah yang sama diantara kita.
Tahun berikutnya aku memiliki lebih banyak teman baru yang seumuran. Bagaimana pengalaman kalian pertama sekolah? Aku yakin tidak ada yang memiliki pengalaman yang sama denganku. Aku berangkat sekolah sendiri tanpa bapak ibu seperti kebanyakan anak-anak berumur 3 tahun. Malam sebelumnya aku bilang sama ibu, “Bu, besok aku mau sekolah sama mas Aap”. Tapi ya begitu, omongan anak kecil Cuma dianggap cerita biasa saja. Setelah tiga hari bersekolah dengan teman-teman baru, ibu baru sadar, anaknya selama ini sekolah tapi belum daftar. Hahaha :D bagaimana? Ada yang memiliki cerita sama?
Tiga tahun berikutnya aku pindah untuk ketiga kali. Dengan lebih banyak teman baru dan keluarga baru tentunya. Dua belas tahun lalu aku memiliki dua mbak baru sampai sekarang :D sebenarnya banyak cerita yang tidak cukup dengan kata-kata untuk digambarkan.
Bapak membiarkan aku belajar banyak dan benar pengalamanku pun menjadi sangat banyak dan mungkin paling banyak diantara anak-anak seumuranku. Bersekolah, berantem, nangis itu udah jadi biasa. Bahkan suatu ketika (mungkin sering) aku bentrok dengan teman-teman satu kampung. Whahaa. Seperti bentrok di tv, kita saling lempar batu, dan pada akhirnya aku juga yang nangis. Wkwk tapi hari berikutnya entah kenapa aku pun sekarang menjadi heran, kami bisa main bareng lagi. Bermain sepak bola, kasti, tembak-tembakan, jotos-jotosan wkwk.
Banyak teman cowok bukan berarti tidak memiliki teman cewek. Aku memiliki banyak teman baik cowok maupun cewek, tapi untuk sahabat aku memiliki 4 sahabat cewek. Meskipun ada persaingan diantara kami berempat, tapi kami tetap kompak sampai sekarang. Yaa ada naik turunnya lah persahabatan kami sampai sekarang.
Banyak teman cowok juga tidak ada ruginya. Berada diantara mereka aku merasa seolah menjadi tuan putri, ketika ada orang lain menyakitiku, aku memiliki banyak tameng yang selalu siap melindungi. Whahaha :D
Waktu disekolah pun selalu indah menurutku. Kelasku hanya memiliki 21 anak didik. 10 cowok dan 11 cewek. Aku tidak suka duduk berdua karena membuat bangku menjadi sempit. Teman-temanku juga sering main kerumah. Belajar. Tapi Dita kecil tidak pernah membuat hari-harinya belajar dengan cara yang membosankan. Aku memaksa teman-temanku jika ingin belajar bareng harus mau main sepak bola dulu. Dan alhasil mereka dengan setengah terpaksa bermain haha :D dulu waktu belajar luas dan volume bapak memotong bola kami untuk menjadi alat peraga, dan kami pun mengerti dengan cepat. Hebat sekali bapak !
Di tahun terakhir aku SD bapak membeli mobil bekas angkutan. seneng ! mobil itu serba guna, tidak hanya bisa jalan, ketika diparkir didepan rumah aku menaiki atapnya untuk mengambil rambutan. Hahaha :D sebenernya dulu pun kalo mau ambil rambutan aku sering naik genteng melewati batang-batang pohon. Oh ya, Dita kecil memiliki satu pohon yang sangaaaaaaat istimewaaaa. Pohon itu dulunya satu-satunya di kampungku (mungkin). Jadi banyak anak yang ketika pohon itu berbuah ingin sekali mengambilnya. Pohon cokelat. Aku sering menghabiskan waktu diatas pohon itu, duduk, berimajinasi, membaca, bahkan tidur ! dan yang terakhir itu pengalaman terdramatis dengan si cokelat. Kenyamanan tidur membuat lupa kalo diatas pohon, dan akhirnya jatuh. Ckckck
Mobil ajaib itu sering membawa aku dan 20 temanku jalan-jalan. Dulu saat lebaran bapak menawarkan untuk mengantarkan berkunjung ke rumah guru-guru. Aku sebenarnya ragu. Karena saat hanya aku dan bapak saja yang menaiki mobil itu aku selalu menutup mata, ngeri, maklumlah itu baru awal bapak bisa nyetir mobil. Tapi akhirnya aku meng-iyakan tawaran bapak. Dan pengalaman yang tidak pernah kami lupakan diperjalanan itu, si mobil ajaib mogok ditengah jalan menanjak yang miriiiiiiiiing sekaliiii. Ngeriii meeeen. Untunglah semua selamat wkwk. Mobil ajaib juga pernah mengajak kami ziarah dan ke pantai bersama 20 orang temanku. Sungguh ! semua kebersamaan bersama mobil ajaib, bapak, dan 20 temanku itu tidak pernah terlupakan bagi Dita kecil haha :D Bahkan sampai sekarang, jika teman-temanku bermain kerumah dan bertemu bapak, kami selalu mengingat itu. Tidak ada orang tua sehebat Bapak yang mau meluangkan waktu bersama putrinya dengan 20 orang temannya ! bagaimana? Apa bapak kalian bisa menandingi bapak Dita kecil? Tapi tidak masalah, pasti bapak kalian juga hebat dengan caranya sendiri.
12 tahun tidak waktu yang singkat. Banyak pelajaran yang menjadikan Dita kecil tumbuh seperti sekarang. Aku tidak pernah menyesal terlahir menjadi Dita dan memiliki bapak yang sedikit cerewet dan terlalu sayang dengan putrinya. Masih banyak cerita yang tidak bisa diungkapkan dengan apapun. Semua tersimpan rapi dan aku sering membukanya mengenang lembar per lembar yang pernah aku alami. Terimakasih Bapak selalu memberikan kepercayaan kepada Dita untuk belajar lebih banyak dari pengalaman ketimbang teman-teman yang lain.

perjalanan 200 kilometer



19 desember 2014
Yey ! jumat yang ditunggu tunggu setelah dua bulan 
Tapi jumat ini beda dengan jumat bulan bulan sebelumnya. Entah apa alasan bapak untuk memberikan  ijin sama putrinya yang paling cantik ini pulang sendiri jogja kudus naik motor haha apapun itu alasannya jumat ini pasti banyak cerita.
Sehari sebelumnya semua barang dan perlengkapan sudah siap semuaaa… kecuali helm sama jas hujan. Huhu helm kuuu… kapan kita akan kembali bersamaa? Hiks hiksss.
Dengan terpaksa aku meminjam keduanya dari dua orang temen kampus yang akan mudik. Ah lanjut aja.
Aku sebenarnya sudah memiliki impian untuk touring sendiri jogja kudus dari SMA. Tapi apa daya, lebih baik naik bis atau travel kan dari pada disuruh balik dan ga dianggep anak sama ibuk sendiri? Whahaha :D
Aku suka naik motor dari kecil. Mungkin saat pertama aku ngrasain naik motor aku langsung jatuh cinta. Wkwk sampai sampai dari kecil punya julukan anak UGM, bukan universitas Gadjah Mada, bukaaaan. Tapi Uripe Gandulan Motor ckckck. Dari kecil memang bapak sering ngajakin jalan jalan naik motor, kemana pun itu, *eh, emang gapunya mobil sih wkwk* Dari bayi lahir sampe umur 6 tahun bapak sering ngajakin naik motor kudus rembang, yaiyalah bapak ibuk dulu emang ngajar dirembang.
Terus kami sering naik turun gunung naik motor, jalan jalan sore, mengecek jalan, atau apalah. Mungkin karena itu sampai sekarang aku terlanjur jatuh cinta sama motor.
Singkat cerita, rencana mau keluar jogja jam 11 langsung habis kuliah. Tapi berhubung ada acara mentoring agama dan ada sesuatu yang harus ditanyakan jadwal diundurkan jam 1. Lima belas menit setelah jam satu dan mendapatkan kartu ujian aku meninggalkan kampus. Rencana awal mau ke kost salah satu temen buat minjem jas hujan, tapi setelah sampai kost motornya saja gak ada, apalagi orangnya. Balik lagi ke parkiran aku kepikiran untuk menghubungi salah satu temen, tapi eh eh setelah belok dari gang terakhir dia ada di depan mata !! whahaaa Alhamdulillaaaah. Tanpa pikir panjang aku tuker jas hujanku dengan dia. Aku sebenernya ada jas hujan. Tapi lebaaar. Gak lucu kalo dijalan gara gara jas hujan malah terbang wkwk.
Waktu itu jogja sangat terik, tapi langit utara jogja sedikit mendung. Aku tidak takut hujan, malah seneng, tapi bukan rencana yang bagus perjalanan jogja kudus dengan basah basahan. Dalam hati aku meminta sama Allah, bukan gak ada hujan, karena aku tau doa itu salah karena hujan membawa banyak rejeki bagi makhluk Allah. Tapi satu yang aku minta, turunkanlah hujan yang berkah. Di perjalanan aku menikmati sepanjang sisi jalan jalan. Mulai dari perbatasan Jogja-Jateng yang terlihat selalu begitu keren, kuburan diatas bukit. Patung patung batu didaerah muntilan, aku menikmati itu.
Sampai saat benar benar keluar dari provinsi jogja, rintik hujan mulai membasahi wajah. Aku biarkan rintik itu membasuh mukaku. Sejuk. Membawa kedamaian sendiri ketika hujan membelai wajahku. Dengan mengamati orang-orang dari jalur berlawanan hampir seluruhnya memakai jas hujan, hei tunggu ! ada yang tidak. Haha dan akhirnya aku mengikuti peluang satu motor diantara puluhan motor yang memakai jas hujan. Selama perjalanan jogja magelang Alhamdulillah bukan hujan yang menyertai, tapi rintik-rintik yang meneduhkan. Jalan yang biasanya sangat panas di jam segitu, matahari kali ini tertutup oleh awan.
Sampai di Magelang, langit utara terlihat sangat gelap. Ini pasti hujan. Jam sudah memperlihatkan setengah tiga dan perut tanpa disadari menjerit keras. Lapar ! akhirnya aku memutuskan untuk makan sambil update media sosial sebentar. Wkwk setengah jam menikmati teh hangat dan ayam goreng surabaya yang dibeli di magelang, akhirnya harus segera meninggalkan tempat itu. Aku sudah bersiap-siap memakai jas hujan, mengganti sepatu dengan sandal yang aku tinggal di motor, dan setelah pamit dengan bapak-bapak parkir, aku melanjutkan perjalanan. Hei tunggu! Lihat langitnyaaaa! Awan hitamnya sudah menghilang. Subhanallaaaah. Langit berganti cerah dan tersisa beberapa awan putih. Dalam hati aku tanpa henti takjub, berterimakasih kepada Allah, dan benar ayat dalam surat Ar Rahman yang selalu di ulang, “maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?”
Aku lepas lagi jas hujan dan melipatnya rapi. Di perjalanan aku tanpa henti mengulang ayat tersebut, ketika melihat hamparan sawah, jejeran gunung-gunung, sangat indah! Aku kadang berhenti sejenak ketika melewati ciptaan Allah yang sangat agung itu, menikmatinya sebentar. Dan disaat itu pula aku teringat mata kananku yang terhalang beberapa garis hitam. Aku merasa bersalah, Astagfirullaaah, hanya beberapa garis hitam, titik hitam yang menghalangi, bukan menutupi seluruhnya, lalu kenapa aku harus begitu ketakutan kemarin. Aku tetap bisa melihat keindahan yang Kau buat, Engkau masih memberiku kesempatan itu, lalu kenapa aku tidak bersyukur dengan bintik hitam itu?
Aku kembali menyusuri jalan menuju kudus, sampai Bawen hampir 100km yang terlewati, itu artinya tinggal 100km lagi untuk sampai rumah. Udara yang sangat dingin membuat hormon ADH ku diproduksi terhmbat, aku memutuskan berhenti di Cimory untuk istirahat sebentar. Setelah masuk ke toilet yang sangaaaaat bersiiiih dan idaaamaaan jika semua toilet seperti disini, huhu aku keluar, kebawah, dan hei Subhanallah tamannya indaaaah sekaaali. Paduan bunga-bunganyaaa serasi. Dan tanpa membuang kesempatan aku mengabadikan hari itu dengan selfi, whahaaa mau dilihatin banyak orang mah bodo amat, cuek aja yaaa. Hihihi
Dan setelah aku rasa cukup, aku kembali diatas motor. Untuk toilet yang sangat bersih dan taman yang indah, 2k menurutku sangat murah. Haha
Sampai semarang !! jujur saja aku sendiri tidak tau jalan disemarang  ini, aku hanya melewati dengan sisa-sisa ingatan dan insting. Aku janjian sama mas yang biasanya menutupi kejombloanku dua tahun ini setiap malam minggu hahaa, tapi dia belom perjalanaaan, masih di kost. Uuufttth. Aku pun duduk didepan toko sambil istirahat, disebrang masjid yang setahun lalu menjadi tempat sholat kami setelah mendaki puncak ungaran. Huaaa jadi kangeeeen yoga, mba na, mas angga, mas udin, adit. setengah jam menunggu cukup membuat ngantuk dan lapar. Dan setelah 15 menit menunggu lagi, dia akhirnya memunculkan batang hidungnya. Sebagai gantinya menunggu lamaaa, mas menraktir nasi goreng surabaya yang kami beli di demak, lumayan. Dan setengah jam setelah makan, kami mulai masuk di Kudus tercinta disambut ucapan selamat datang dan bangunan selamat datang yang berbentuk daun tembakau belum jadi. Lima belas menit kemudian sampailah dirumah. Alhamdulillaaaaah.

Dari perjalanan ini banyak pelajaran baru dan jawaban baru dari pertanyaan waktu lalu. Impian. Segila apapun mimpi itu, meskipun terasa mustahil, bermimpilah ! Karena hari ini aku telah mewujudkan satu mimpi gila ku yang dulunya orang lain menganggap tidak mungkin dan jangan sampai. Tapi aku melakukannya lagi bukan meskipun 200km?
Bersyukur. Sesulit apapun, sesakit apapun, selemah apapun keadaan, jangan menutup hal-hal indah disekitar menjadi sama sama terlihat buruk, menyedihkan. Meskipun kenyataannya biasa aja ataupun buruk, jika kita menilainya indah, tetap indah kan?
“Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?” . Allah selalu melihat kita, menuntun kita ketika kita memintanya, dan tidak akan membiarkan hamba-Nya jauh ketika dia benar-benar mencintai Tuhannya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Tidak ada kata selain itu yang bisa aku ucapkan. Engkau yang telah memberi kesempatan, Engkau yang menggeser awan gelap itu, Engkau yang melindungiku sampai bisa menginjakkan kaki diantara orang-orang yang selalu mendoakanku. Engkau yang Maha Kuasa atas segalanya.
Terimakasih Allah yang telah memberi kesempatan,
Terimakasih Bapak Ibu yang telah mempercayai Dita dengan perjalanan 200km ini.

Kamis, 11 Desember 2014

yang seharusnya tidak tertulis

Sebenarnya bukan tulisan ini yang harusnya ada setelah tulisan sebelum ini. Tapi apa boleh buat, perasaan terlalu memaksa untuk dikeluarkan. 

Sebelumnya, yang membaca harus tau, apa yang aku tulis ini bukan tentang aku-perasaan aku-apa yang aku alami saat ini. Tapi yang aku tulis ini karena kesalahanku membuka salah satu blog yang berisi diary mungkin, yang penulisnya sedang benar-benar dalam masalah besar, rumit. Jatuh cinta.
Aku sendiri sebenarnya sulit memahami kenapa kadang hal ini sering terjadi pada kebanyakan orang, mungkin karena mereka hanya dekat dengan seseorang saja kah? atau mungkin memang aku terlalu banyak dekat dengan semua teman laki-laki makanya friendzone ku sudah terbatasi dengan sendirinya HAHAHA
Di post sebelum-sebelum ini mungkin banyak cerita tentang jatuh cinta, sampai akhirnya aku menulis "dear my future" dan "jawaban dari waktu" yang menceritakan sedikit tentang pemahaman "cinta" yang sesungguhnya harus ditunggu.

Jadi begini..... ah susah untuk memulai..
Jatuh cinta memang tidak pernah bisa ditebak dengan siapa, kapan, dengan cara bagaimana, yakan? Kadang orang yang kurang pengalaman ataupun banyak pengalaman yang sulit menjaga hatinya akan mudah terjatuh yang katanya sensasinya beda dengan jatuh jatuh yang lain rasanya hahaha :D
cinta mungkin perasaan anugrah dari Allah yang patut kita syukuri :) tapi bagaimana kalo kita salah mengatur perasaan itu? mungkin sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Dan setiap orang pasti pernah lah jatuh cinta, yakan? kalo pun ada yang jawab nggak mungkin bisa ditanyakan tuh kenormalannya hahaha :D
Dari sekilas cerita yang tidak sengaja aku baca, Dia masih  SMA. *yaiyalah masih labil. ngaca ke diri sendiri dulu* Dia memiliki teman laki-laki yang selama ini selalu ada untuk dia dan bisa dia andalkan dalam berbagai hal. Mungkin awalnya mereka biasa aja sampai akhirnya menjadi terbiasa. Dari waktu yang sering mereka habiskan bersama untuk sharing atau saling menyemangati, mungkin itu yang menjadi awal mereka untuk dekat. Dia bercerita bagaimana laki-laki itu dulu selalu ada untuk dia, selalu menyemangatinya, selalu mendoakannya. Dan perhatian dan kekaguman itulah mungkin yang mulai dinikmati penulis itu.
Kalian tau? Iblis terlalu mudah untuk menyusup ke dalam hal seperti ini. Dia sangat pintar untuk mengelabuhi hati seseorang untuk membedakan. Jujur saya pun masih kesulitan.
Di blog itu banyak tertulis cerita tentang mereka, indah, tapi sakit mungkin ketika penulis itu menulis cerita mereka karena ia harus mengingat kenangannya.
Mereka berdua tidak ada yang mengungkapkan, tidak saling mengungkapkan, entah mereka saling merasakan atau hanya salah satu saja, hal itu tetap menyakitkan untukku. Sampai akhirnya si laki laki pergi merantau dan memaksa mereka terpisah oleh jarak, penulis masih menyimpannya. Bisa dibayangkan kan betapa sakitnya itu? dia menyimpannya sendiri. 
Menurutmu diantara mereka siapa yang salah?  penulis? laki laki itu?
Mungkin saya pun tidak bisa menyimpulkan kesalahan-kesalahan dalam sekelumit kisah itu.
siapa pun kalian yang membaca ini, coba renungkan. pernah kah kita jatuh cinta dan memilih untuk merasakannya secara diam diam? menyimpannya untuk tetap rapi. antara berharap suatu saat dia akan tau atau tidak akan tau. Tidak ada yang salah dengan itu. bahkan hal itu lebih baik menurutku dari pada diungkapkan. 
Namun menurutku akan lebih baik jika kita tidak membiarkannya untuk terus tersimpan lama. hanya akan menyakiti. mengahabiskan waktu !!!

Laki-laki terbaikku-terhebatku-dan ter ter lainnya memberikan saran yang menurutku sangat keren-ajaib-mujarab atau apalah itu namanya.
"Jika kita merasa seolah-olah jatuh cinta pada seseorang, diam saja, berdoa agar suatu saat nanti jodoh kita seperti dia atau lebih baik"
Dan itu mungkin yang bisa kita lakukan ketika hati kita sedang sakit akibat jatuh cinta hahaha :D 

Untuk laki-laki itu  atau semua laki laki yang membaca ini, aku berpesan mewakili sebagai wanita,

Apa kalian tau banyak wanita yang sulit untuk menjaga hatinya bahkan ketika kalian hanya memberikan perhatian kecil bisa saja membuatnya jatuh hati kepada kalian.
Hati dari kebanyakan wanita yang belum mengerti banyak tentang hal ini, kadang sangat lembut, sangat tipis pertahanannya untuk tidak mudah jatuh hati.
Bisa jadi wanita yang sedang deket kamu saat ini, ataupun yang pernah deket dengan kamu di masa kemarin diam diam menyimpan perasaan yang sama dengan penulis yang aku ceritakan tadi, apa kamu merasakan? apa kamu juga menyimpannya tapi sama sama diam?
ah pilihan yang sulit bukan ketika kamu sudah tau tentang ini?
tapi menurutku, selesaikan masalah perasaan ini.
biar sama sama bisa untuk tetap berjalan kedepan.
biar tidak ada yang tersakiti karena berharap dan hanya bisa menyimpannya diam diam.
biar tidak ada waktu yang terbuang percuma.
Jodoh tidak akan tertukar bukan? laki-laki sholeh untuk wanita sholehah, begitupun sebaliknya.

Untuk semua wanita yang masih galau menunggu-menyimpan, selesaikan saat ini. Biarkan semua berlalu. biarkan semua tidak tersampaikan jika untuk saat ini memang belum tepat, berdoa. tutup rapat. tinggalkan dan terus berjalan.


Rabu, 10 Desember 2014

Jawaban dari waktu


Ada satu pelajaran yang mungkin baru aku pahami sekarang setelah 18 tahun, setiap proses memiliki makna, mengajarkan sesuatu kepada kita, entah untuk saat ini langsung kita dapat mengerti, entah besok, entah minggu depan, entah bulan depan, entah tahun depan, ataupun entah kapan itu, pasti suatu saat kita akan mengerti apa maksud dari proses yang kita alami.

Baru-baru ini aku baru mengerti tentang perasaan.

Dimulai dari beberapa bulan lalu ketika mulai merantau ke kota orang, ada satu pesan yang cukup dan selalu terngiang dari bapak, “jaga hatimu, tidak usah dipikir, fokus nuntut ilmu, tapi bukan berarti menutup”. Kalimat yang simpel namun memiliki banyak makna tersirat.
Selama 18 tahun sebelum hari itu, tidak pernah bapak menyinggung hal semacam itu. Memang hal apapun tentang perasaan aku tidak pernah mendiskusikan itu dengan Bapak Ibu, hehehe *malu laaah*.  Beberapa hari kadang aku berfikir tentang yang dikatakan bapak, apa sih maksud dari nasehat itu. Masa’ iya orang tua tega lihat anaknya jomblo teruuus. Wkwk ah sudahlah.

Lalu aku bertemu dengan dua wanita *yang mengatakan mereka mar’atus sholehah haha :D* . Jujur saja mereka salah satu yang menginspirasiku untuk sampai mengerti dan menulis ini. Dua sahabatku itu tidak pacaran, tapi mereka memiliki komitmen yang intinya mereka akan saling menjaga perasaan sampai suatu saat nanti ketika mereka udah sukses dan siap akan melanjutkan hubungan itu. Intinya seperti HTS lah. Berkomitmen tanpa status, tanpa mengikat, tapi saling mendukung dan menjaga perasaan masing-masing. Sungguh, itu awalnya membuatku iri. berhubungan tapi pada akhirnya pasti tidak akan ada yang tersakiti.


Sampai suatu ketika ada yang aku anggap sedikit mengganjal dari apa yang mereka jalani saat ini. Aku tanya dari salah satu mereka yang intinya hubungan kamu dan dia seperti apa sih?
Dia mengatakan, ya gitu, kami saling dukung satu sama lain, tapi sebisa mungkin kami jaga perasaan biar gak terlalu jauh.
Lalu aku tanya lagi, terus kalau dia hilang gimana? Apa kamu masih bisa sesemangat sekarang?
Dia jawab, ya gapapa. Harus lah itu, kan udah komitmen dari awal untuk tetap jaga hati masing-masing. Dan aku tau batesan perasaanku. Tapi kayaknya sekarang udah lumayan juga sih….
 Nah kan. selama ini yang aku tau semakin terbiasa kita akan semakin nyaman akan semakin berat akan semakin sulit akan semakin benar benar terjatuh loh… renungin aja yang aku omongin, atau mungkin suatu saat kamu bakal ngerti sendiri. 


Aku biarkan dia mengartikannya sendiri. Hahaha. Entah kapan pasti dia akan mengerti. Pasti.
Sampai suatu hari, kita bertemu lagi dan dia tiba tiba menceritakan yang intinya,
          “Mungkin aku sekarang ngerti, kayaknya aku salah selama ini”
Cukup kaget. Ternyata yang aku omongin bener-bener jadi pikiran buat dia. Hahaha xD Antara ngerasa bersalah sama seneng. Dia tanyain yang dia jalani selama ini sama orang lain juga. Dan ini jawaban yang dia dapatkan.


Setiap tutur kataku mungkin menyakitkan. Seperti yidak berperasaan. Seolah tidak mengerti perempuan. Sangat menyebalkan. Setiap tindakanku mungkin terlihat menjengkelkan. Seolah tidak memiliki kelemah lembutan. Seperti katamu, menyebalkan.


Kamu hanya tidak tahu. Aku memang sengaja menyebalkan. Agar kamu tidak menaruh apa-apa didalam diriku, hatimu misalnya. Aku tidak akan bersikap hangat dan terlalu ramah, kamu bukan siapa-siapa kan? Aku tidak akan sembarang memberi perhatian. Meski kamu menuntut diperhatikan. Tapi siapa kamu? Teman hidupku? Bukan.


Ku jaga kamu dengan demikian. Jangan paksa aku untuk membuatmu jatuh hati. Jangan menitipkan apapun ditanganku karena aku bisa saja mematahkannya. Jangan memaksaku untuk begitu lemah lembut karena itu hanya untuk teman hidupku.
Aku menyebalkan bukan?
Memang.


Dan pada akhirnya dia mulai menjaga batasan-batasan itu lagi.
Tidak Cuma itu kejutan hari itu, sahabat satunya yang menjalankan suatu komitmen itu juga ngerasa capek dengan ketidakpastian yang dia jalani *cieileh*. Dan intinya pada hari itu juga mereka  berdua mengakhiri ‘komitmen’ yang terlalu absurd untuk saat ini.

          Dari hari-hari yang sangat melelahkan untuk direnungkan itu aku mulai ngerti apa yang dimaksud bapak,
Suatu saat pasti kita akan mengerti dengan caranya tersendiri apa yang kita cari. Hati mungkin sangat kecil, tapi memiliki peran yang cukup besar untuk menuntun kita. Bisa jadi yang sekarang bersama kita hanya seseorang yang sedang menguji seberapa tangguh hati kita. 


Dan untuk apa yang aku mengerti lagi selain ini, mungkin akan tertulis setelah aku merasa mendapatkan jawabannya :)

Rabu, 03 Desember 2014

waktu

semua kembali terulang memutar dengan nama yang sama
namun kenapa perasaan dan yang dialami tidak pernah sama?
senin akan berulang setelah melewati 6 nama hari berikutnya
tanggal 1 akan berulang pada bulan berikutnya
desember juga akan berulang setelah melewati 11 bulan berikutnya
lalu, 
kenapa dengan nama yang sama tidak ada  keadaan yang sama pula?
kadang senin hari ini kita sangat bahagia
namun senin berikutnya bisa jadi kita jatuh menangis tersedu sedu.
kadang desember tahun ini kita berada diantara banyak orang yang sangat perhatian dengan kita
namun desember berikutnya bisa jadi mereka pergi dan hanya tersisa beberapa orang saja
Mungkin itulah kenapa banyak orang yang telah menghabiskan lebih banyak waktu mengatakan, 
Hargailah Waktu
tidak akan pernah ada waktu yang sama
tidak akan pernah ada kesempatan yang sama
tidak akan pernah ada orang yang sama
tidak akan pernah ada perasaan yang sama
Mungkin bisa jadi dilebihkan, 
Mungkin bisa jadi dikurangi.
Lakukan yang terbaik pada "waktu" ini
Lakukan yang terbaik dengan kesempatan yang menunggumu saat ini
dan Lakukan yang terbaik bersama dan selagi orang orang tersebut masih diantara kita...
Lakukan dengan sepenuh hati
Karena setiap waktu punya caranya tersendiri untuk mengajarkan sesuatu