19 desember 2014
Yey ! jumat yang ditunggu tunggu setelah dua
bulan
Tapi jumat ini beda dengan jumat bulan bulan
sebelumnya. Entah apa alasan bapak untuk memberikan ijin sama putrinya yang paling cantik ini
pulang sendiri jogja kudus naik motor haha apapun itu alasannya jumat ini pasti
banyak cerita.
Sehari sebelumnya semua barang dan perlengkapan
sudah siap semuaaa… kecuali helm sama jas hujan. Huhu helm kuuu… kapan kita
akan kembali bersamaa? Hiks hiksss.
Dengan terpaksa aku meminjam keduanya dari dua
orang temen kampus yang akan mudik. Ah lanjut aja.
Aku sebenarnya sudah memiliki impian untuk
touring sendiri jogja kudus dari SMA. Tapi apa daya, lebih baik naik bis atau
travel kan dari pada disuruh balik dan ga dianggep anak sama ibuk sendiri?
Whahaha :D
Aku suka naik motor dari kecil. Mungkin saat
pertama aku ngrasain naik motor aku langsung jatuh cinta. Wkwk sampai sampai
dari kecil punya julukan anak UGM, bukan universitas Gadjah Mada, bukaaaan.
Tapi Uripe Gandulan Motor ckckck. Dari kecil memang bapak sering ngajakin jalan
jalan naik motor, kemana pun itu, *eh, emang gapunya mobil sih wkwk* Dari bayi
lahir sampe umur 6 tahun bapak sering ngajakin naik motor kudus rembang,
yaiyalah bapak ibuk dulu emang ngajar dirembang.
Terus kami sering naik turun gunung naik motor,
jalan jalan sore, mengecek jalan, atau apalah. Mungkin karena itu sampai
sekarang aku terlanjur jatuh cinta sama motor.
Singkat cerita, rencana mau keluar jogja jam 11
langsung habis kuliah. Tapi berhubung ada acara mentoring agama dan ada sesuatu
yang harus ditanyakan jadwal diundurkan jam 1. Lima belas menit setelah jam
satu dan mendapatkan kartu ujian aku meninggalkan kampus. Rencana awal mau ke
kost salah satu temen buat minjem jas hujan, tapi setelah sampai kost motornya
saja gak ada, apalagi orangnya. Balik lagi ke parkiran aku kepikiran untuk
menghubungi salah satu temen, tapi eh eh setelah belok dari gang terakhir dia
ada di depan mata !! whahaaa Alhamdulillaaaah. Tanpa pikir panjang aku tuker
jas hujanku dengan dia. Aku sebenernya ada jas hujan. Tapi lebaaar. Gak lucu
kalo dijalan gara gara jas hujan malah terbang wkwk.
Waktu itu jogja sangat terik, tapi langit utara
jogja sedikit mendung. Aku tidak takut hujan, malah seneng, tapi bukan rencana
yang bagus perjalanan jogja kudus dengan basah basahan. Dalam hati aku meminta
sama Allah, bukan gak ada hujan, karena aku tau doa itu salah karena hujan
membawa banyak rejeki bagi makhluk Allah. Tapi satu yang aku minta, turunkanlah
hujan yang berkah. Di perjalanan aku menikmati sepanjang sisi jalan jalan.
Mulai dari perbatasan Jogja-Jateng yang terlihat selalu begitu keren, kuburan
diatas bukit. Patung patung batu didaerah muntilan, aku menikmati itu.
Sampai saat benar benar keluar dari provinsi
jogja, rintik hujan mulai membasahi wajah. Aku biarkan rintik itu membasuh
mukaku. Sejuk. Membawa kedamaian sendiri ketika hujan membelai wajahku. Dengan
mengamati orang-orang dari jalur berlawanan hampir seluruhnya memakai jas
hujan, hei tunggu ! ada yang tidak. Haha dan akhirnya aku mengikuti peluang
satu motor diantara puluhan motor yang memakai jas hujan. Selama perjalanan
jogja magelang Alhamdulillah bukan hujan yang menyertai, tapi rintik-rintik
yang meneduhkan. Jalan yang biasanya sangat panas di jam segitu, matahari kali
ini tertutup oleh awan.
Sampai di Magelang, langit utara terlihat
sangat gelap. Ini pasti hujan. Jam sudah memperlihatkan setengah tiga dan perut
tanpa disadari menjerit keras. Lapar ! akhirnya aku memutuskan untuk makan
sambil update media sosial sebentar. Wkwk setengah jam menikmati teh hangat dan
ayam goreng surabaya yang dibeli di magelang, akhirnya harus segera
meninggalkan tempat itu. Aku sudah bersiap-siap memakai jas hujan, mengganti
sepatu dengan sandal yang aku tinggal di motor, dan setelah pamit dengan
bapak-bapak parkir, aku melanjutkan perjalanan. Hei tunggu! Lihat langitnyaaaa!
Awan hitamnya sudah menghilang. Subhanallaaaah. Langit berganti cerah dan
tersisa beberapa awan putih. Dalam hati aku tanpa henti takjub, berterimakasih
kepada Allah, dan benar ayat dalam surat Ar Rahman yang selalu di ulang, “maka
nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?”
Aku lepas lagi jas hujan dan melipatnya rapi. Di
perjalanan aku tanpa henti mengulang ayat tersebut, ketika melihat hamparan
sawah, jejeran gunung-gunung, sangat indah! Aku kadang berhenti sejenak ketika
melewati ciptaan Allah yang sangat agung itu, menikmatinya sebentar. Dan disaat
itu pula aku teringat mata kananku yang terhalang beberapa garis hitam. Aku
merasa bersalah, Astagfirullaaah, hanya beberapa garis hitam, titik hitam yang
menghalangi, bukan menutupi seluruhnya, lalu kenapa aku harus begitu ketakutan
kemarin. Aku tetap bisa melihat keindahan yang Kau buat, Engkau masih memberiku
kesempatan itu, lalu kenapa aku tidak bersyukur dengan bintik hitam itu?
Aku kembali menyusuri jalan menuju kudus,
sampai Bawen hampir 100km yang terlewati, itu artinya tinggal 100km lagi untuk
sampai rumah. Udara yang sangat dingin membuat hormon ADH ku diproduksi terhmbat,
aku memutuskan berhenti di Cimory untuk istirahat sebentar. Setelah masuk ke
toilet yang sangaaaaat bersiiiih dan idaaamaaan jika semua toilet seperti
disini, huhu aku keluar, kebawah, dan hei Subhanallah tamannya indaaaah
sekaaali. Paduan bunga-bunganyaaa serasi. Dan tanpa membuang kesempatan aku
mengabadikan hari itu dengan selfi, whahaaa mau dilihatin banyak orang mah bodo
amat, cuek aja yaaa. Hihihi
Dan setelah aku rasa cukup, aku kembali diatas
motor. Untuk toilet yang sangat bersih dan taman yang indah, 2k menurutku
sangat murah. Haha
Sampai semarang !! jujur saja aku sendiri tidak
tau jalan disemarang ini, aku hanya
melewati dengan sisa-sisa ingatan dan insting. Aku janjian sama mas yang
biasanya menutupi kejombloanku dua tahun ini setiap malam minggu hahaa, tapi
dia belom perjalanaaan, masih di kost. Uuufttth. Aku pun duduk didepan toko
sambil istirahat, disebrang masjid yang setahun lalu menjadi tempat sholat kami
setelah mendaki puncak ungaran. Huaaa jadi kangeeeen yoga, mba na, mas angga,
mas udin, adit. setengah jam menunggu cukup membuat ngantuk dan lapar. Dan
setelah 15 menit menunggu lagi, dia akhirnya memunculkan batang hidungnya.
Sebagai gantinya menunggu lamaaa, mas menraktir nasi goreng surabaya yang kami
beli di demak, lumayan. Dan setengah jam setelah makan, kami mulai masuk di
Kudus tercinta disambut ucapan selamat datang dan bangunan selamat datang yang
berbentuk daun tembakau belum jadi. Lima belas menit kemudian sampailah dirumah.
Alhamdulillaaaaah.
Dari perjalanan ini banyak pelajaran baru dan
jawaban baru dari pertanyaan waktu lalu. Impian. Segila apapun mimpi itu,
meskipun terasa mustahil, bermimpilah ! Karena hari ini aku telah mewujudkan
satu mimpi gila ku yang dulunya orang lain menganggap tidak mungkin dan jangan
sampai. Tapi aku melakukannya lagi bukan meskipun 200km?
Bersyukur. Sesulit apapun, sesakit apapun,
selemah apapun keadaan, jangan menutup hal-hal indah disekitar menjadi sama
sama terlihat buruk, menyedihkan. Meskipun kenyataannya biasa aja ataupun
buruk, jika kita menilainya indah, tetap indah kan?
“Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu
dustakan?” . Allah selalu melihat kita, menuntun kita ketika kita memintanya,
dan tidak akan membiarkan hamba-Nya jauh ketika dia benar-benar mencintai
Tuhannya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Tidak ada kata selain
itu yang bisa aku ucapkan. Engkau yang telah memberi kesempatan, Engkau yang
menggeser awan gelap itu, Engkau yang melindungiku sampai bisa menginjakkan
kaki diantara orang-orang yang selalu mendoakanku. Engkau yang Maha Kuasa atas
segalanya.
Terimakasih Allah yang telah memberi
kesempatan,
Terimakasih Bapak Ibu yang telah mempercayai Dita
dengan perjalanan 200km ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar