Selasa, 23 Desember 2014

perjalanan 200 kilometer



19 desember 2014
Yey ! jumat yang ditunggu tunggu setelah dua bulan 
Tapi jumat ini beda dengan jumat bulan bulan sebelumnya. Entah apa alasan bapak untuk memberikan  ijin sama putrinya yang paling cantik ini pulang sendiri jogja kudus naik motor haha apapun itu alasannya jumat ini pasti banyak cerita.
Sehari sebelumnya semua barang dan perlengkapan sudah siap semuaaa… kecuali helm sama jas hujan. Huhu helm kuuu… kapan kita akan kembali bersamaa? Hiks hiksss.
Dengan terpaksa aku meminjam keduanya dari dua orang temen kampus yang akan mudik. Ah lanjut aja.
Aku sebenarnya sudah memiliki impian untuk touring sendiri jogja kudus dari SMA. Tapi apa daya, lebih baik naik bis atau travel kan dari pada disuruh balik dan ga dianggep anak sama ibuk sendiri? Whahaha :D
Aku suka naik motor dari kecil. Mungkin saat pertama aku ngrasain naik motor aku langsung jatuh cinta. Wkwk sampai sampai dari kecil punya julukan anak UGM, bukan universitas Gadjah Mada, bukaaaan. Tapi Uripe Gandulan Motor ckckck. Dari kecil memang bapak sering ngajakin jalan jalan naik motor, kemana pun itu, *eh, emang gapunya mobil sih wkwk* Dari bayi lahir sampe umur 6 tahun bapak sering ngajakin naik motor kudus rembang, yaiyalah bapak ibuk dulu emang ngajar dirembang.
Terus kami sering naik turun gunung naik motor, jalan jalan sore, mengecek jalan, atau apalah. Mungkin karena itu sampai sekarang aku terlanjur jatuh cinta sama motor.
Singkat cerita, rencana mau keluar jogja jam 11 langsung habis kuliah. Tapi berhubung ada acara mentoring agama dan ada sesuatu yang harus ditanyakan jadwal diundurkan jam 1. Lima belas menit setelah jam satu dan mendapatkan kartu ujian aku meninggalkan kampus. Rencana awal mau ke kost salah satu temen buat minjem jas hujan, tapi setelah sampai kost motornya saja gak ada, apalagi orangnya. Balik lagi ke parkiran aku kepikiran untuk menghubungi salah satu temen, tapi eh eh setelah belok dari gang terakhir dia ada di depan mata !! whahaaa Alhamdulillaaaah. Tanpa pikir panjang aku tuker jas hujanku dengan dia. Aku sebenernya ada jas hujan. Tapi lebaaar. Gak lucu kalo dijalan gara gara jas hujan malah terbang wkwk.
Waktu itu jogja sangat terik, tapi langit utara jogja sedikit mendung. Aku tidak takut hujan, malah seneng, tapi bukan rencana yang bagus perjalanan jogja kudus dengan basah basahan. Dalam hati aku meminta sama Allah, bukan gak ada hujan, karena aku tau doa itu salah karena hujan membawa banyak rejeki bagi makhluk Allah. Tapi satu yang aku minta, turunkanlah hujan yang berkah. Di perjalanan aku menikmati sepanjang sisi jalan jalan. Mulai dari perbatasan Jogja-Jateng yang terlihat selalu begitu keren, kuburan diatas bukit. Patung patung batu didaerah muntilan, aku menikmati itu.
Sampai saat benar benar keluar dari provinsi jogja, rintik hujan mulai membasahi wajah. Aku biarkan rintik itu membasuh mukaku. Sejuk. Membawa kedamaian sendiri ketika hujan membelai wajahku. Dengan mengamati orang-orang dari jalur berlawanan hampir seluruhnya memakai jas hujan, hei tunggu ! ada yang tidak. Haha dan akhirnya aku mengikuti peluang satu motor diantara puluhan motor yang memakai jas hujan. Selama perjalanan jogja magelang Alhamdulillah bukan hujan yang menyertai, tapi rintik-rintik yang meneduhkan. Jalan yang biasanya sangat panas di jam segitu, matahari kali ini tertutup oleh awan.
Sampai di Magelang, langit utara terlihat sangat gelap. Ini pasti hujan. Jam sudah memperlihatkan setengah tiga dan perut tanpa disadari menjerit keras. Lapar ! akhirnya aku memutuskan untuk makan sambil update media sosial sebentar. Wkwk setengah jam menikmati teh hangat dan ayam goreng surabaya yang dibeli di magelang, akhirnya harus segera meninggalkan tempat itu. Aku sudah bersiap-siap memakai jas hujan, mengganti sepatu dengan sandal yang aku tinggal di motor, dan setelah pamit dengan bapak-bapak parkir, aku melanjutkan perjalanan. Hei tunggu! Lihat langitnyaaaa! Awan hitamnya sudah menghilang. Subhanallaaaah. Langit berganti cerah dan tersisa beberapa awan putih. Dalam hati aku tanpa henti takjub, berterimakasih kepada Allah, dan benar ayat dalam surat Ar Rahman yang selalu di ulang, “maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?”
Aku lepas lagi jas hujan dan melipatnya rapi. Di perjalanan aku tanpa henti mengulang ayat tersebut, ketika melihat hamparan sawah, jejeran gunung-gunung, sangat indah! Aku kadang berhenti sejenak ketika melewati ciptaan Allah yang sangat agung itu, menikmatinya sebentar. Dan disaat itu pula aku teringat mata kananku yang terhalang beberapa garis hitam. Aku merasa bersalah, Astagfirullaaah, hanya beberapa garis hitam, titik hitam yang menghalangi, bukan menutupi seluruhnya, lalu kenapa aku harus begitu ketakutan kemarin. Aku tetap bisa melihat keindahan yang Kau buat, Engkau masih memberiku kesempatan itu, lalu kenapa aku tidak bersyukur dengan bintik hitam itu?
Aku kembali menyusuri jalan menuju kudus, sampai Bawen hampir 100km yang terlewati, itu artinya tinggal 100km lagi untuk sampai rumah. Udara yang sangat dingin membuat hormon ADH ku diproduksi terhmbat, aku memutuskan berhenti di Cimory untuk istirahat sebentar. Setelah masuk ke toilet yang sangaaaaat bersiiiih dan idaaamaaan jika semua toilet seperti disini, huhu aku keluar, kebawah, dan hei Subhanallah tamannya indaaaah sekaaali. Paduan bunga-bunganyaaa serasi. Dan tanpa membuang kesempatan aku mengabadikan hari itu dengan selfi, whahaaa mau dilihatin banyak orang mah bodo amat, cuek aja yaaa. Hihihi
Dan setelah aku rasa cukup, aku kembali diatas motor. Untuk toilet yang sangat bersih dan taman yang indah, 2k menurutku sangat murah. Haha
Sampai semarang !! jujur saja aku sendiri tidak tau jalan disemarang  ini, aku hanya melewati dengan sisa-sisa ingatan dan insting. Aku janjian sama mas yang biasanya menutupi kejombloanku dua tahun ini setiap malam minggu hahaa, tapi dia belom perjalanaaan, masih di kost. Uuufttth. Aku pun duduk didepan toko sambil istirahat, disebrang masjid yang setahun lalu menjadi tempat sholat kami setelah mendaki puncak ungaran. Huaaa jadi kangeeeen yoga, mba na, mas angga, mas udin, adit. setengah jam menunggu cukup membuat ngantuk dan lapar. Dan setelah 15 menit menunggu lagi, dia akhirnya memunculkan batang hidungnya. Sebagai gantinya menunggu lamaaa, mas menraktir nasi goreng surabaya yang kami beli di demak, lumayan. Dan setengah jam setelah makan, kami mulai masuk di Kudus tercinta disambut ucapan selamat datang dan bangunan selamat datang yang berbentuk daun tembakau belum jadi. Lima belas menit kemudian sampailah dirumah. Alhamdulillaaaaah.

Dari perjalanan ini banyak pelajaran baru dan jawaban baru dari pertanyaan waktu lalu. Impian. Segila apapun mimpi itu, meskipun terasa mustahil, bermimpilah ! Karena hari ini aku telah mewujudkan satu mimpi gila ku yang dulunya orang lain menganggap tidak mungkin dan jangan sampai. Tapi aku melakukannya lagi bukan meskipun 200km?
Bersyukur. Sesulit apapun, sesakit apapun, selemah apapun keadaan, jangan menutup hal-hal indah disekitar menjadi sama sama terlihat buruk, menyedihkan. Meskipun kenyataannya biasa aja ataupun buruk, jika kita menilainya indah, tetap indah kan?
“Maka nikmat Tuhanmu yang mana yang kamu dustakan?” . Allah selalu melihat kita, menuntun kita ketika kita memintanya, dan tidak akan membiarkan hamba-Nya jauh ketika dia benar-benar mencintai Tuhannya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Tidak ada kata selain itu yang bisa aku ucapkan. Engkau yang telah memberi kesempatan, Engkau yang menggeser awan gelap itu, Engkau yang melindungiku sampai bisa menginjakkan kaki diantara orang-orang yang selalu mendoakanku. Engkau yang Maha Kuasa atas segalanya.
Terimakasih Allah yang telah memberi kesempatan,
Terimakasih Bapak Ibu yang telah mempercayai Dita dengan perjalanan 200km ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar